http://www.4shared.com/photo/KWHR86fsba/Heru_Jast-Karna_Kini_Kau_Jadi_.html
MENULIS UNTUK HIDUP
Kalo kita bisa menulis kenapa hanya sebatas menjadi pembaca tulisan, action your life, writting for life
Jumat, 01 April 2016
Kamis, 10 September 2015
WIN OR GO HOME
SMANKA BASKET "WIN OR GO HOME"
"Menang atau pulang kerumah" Kalimat yang tak perlu dijelaskan untuk bisa tahu betapa kami mempunyai mimpi yang besar untuk menjadi juara dikejuaran basket antar SMA dikota ini. Hampir setiap hari kami berlatih bersama teman teman satu tim. Aku, Nanta, Raden, Danu, Yogi, Dimas, Ricky, Destian, Raya, Bryan, Imam, dan tentunya kapten tim kami, Rega. Ada Pak anegra dan Bang Ucup yang membimbing kami setiap harinya.
Tahun lalu kami berhasil menjadi peringkat keempat dikejuaran liga basket pelajar antar SMA, dan tahun ini kami ingin lebih baik menjadi juara tentunya. Kami berlatih hampir setiap hari tak peduli lelah setelah pulang sekolah yang sekarang ini sampai sore. No Action No Champion, mungkin begitu ceritanya tidak akan pernah ada juara jika tidak pernah ada tindakan dan usaha.
................to be continue..............
masih capek
stay and wait ya
Senin, 07 September 2015
REMIDIAL PENJASKES
APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN UNTUK MELATIH MENTAL DAN RASA PERCAYA DIRI ANDA?
JAWAB DIKOMENT
JAWAB DIKOMENT
Jumat, 13 Maret 2015
ANTARA KAU DAN SENJA
Senyum tipismu menguras hati
Tanpa pesan engkau pergi
Pancaran indah matamu
Sekedar kebahagiaan semu
Adakah yang lebih menenangkan
Selain senja?
semua berlalu seiiring gelap mematikan
Jingga semua?
Iya semua, termasuk indahmu didalamnya
-SAVEDENNY-
Aku buat setelah minum jahe panas
Sepintas kulihat wajahnya di gelas
Tanpa pesan engkau pergi
Pancaran indah matamu
Sekedar kebahagiaan semu
Adakah yang lebih menenangkan
Selain senja?
semua berlalu seiiring gelap mematikan
Jingga semua?
Iya semua, termasuk indahmu didalamnya
-SAVEDENNY-
Aku buat setelah minum jahe panas
Sepintas kulihat wajahnya di gelas
Rabu, 04 Maret 2015
Kebuasan vandalisme

"Kalau hanya sebatas coret-coret dinding sih masih hal yang wajar.
Tetapi kalau sampai merusak pamflet, brosur dan perusakan fasilitas umum itu sudah kelewatan. Akan banyak yang mengalami kerugian." Seru warga Klaten ketika diwawancarai tentang kegiatan vandalisme di kota Klaten.
"Menurut saya, vandalis itu adalah tentang membuat nama kelompok atau perorangan menjadi terkenal. Hal ini termasuk negatif karena merugikan banyak masyarakat. Namun, ada sisi positifnya. Anak bangsa dapat memperkenalkan karyanya walau bukan ditempat yang sepantasnya. Vandalisme itu sendiri terjadi karena kesalah-pahaman komunikasi antar berbagai pihak. Pemerintah yang tidak bisa melakukan penanganan, keluarga yang tidak bisa menjaga keharmonisan, dan pelaku vandalisme itu sendiri yang tidak bisa menempatkan diri." Tanggapan seorang pelajar dari salah satu sekolah di Klaten ini bercerita panjang tentang maraknya vandalisme.
Pendapat dari Dion dan Aris membuktikan bahwa vandalisme di Klaten kota tercinta ini sudah menjadi makanan yang lezat bagi para pelakunya. Tembok-tembok milik masyarakat maupun tempat fasilitas umum adalah sarana tempat yang empuk bagi para pelaku vandalisme.
Pada umumnnya jenis-jenis vandalisme yang sering terjadi adalah kegiatan mencorat-coret tembok, papan, atau fasilitas umum lainnya. Penempelan brosur, pamflet dan stiker di muka umum atau bukan pada tempatnya juga termasuk kegiatan vandalisme.
Pelaku vandalisme itu sendiri sebenarnya adalah mereka yang berjiwa seniman namun mereka tidak tahu tempat untuk menuangkan idenya. Maka dari itu terjadilah salah pemahaman yang mengakibatkan vandalisme. Vandalisme itu sendiri biasanya terjadi ketika malam hari. Karena malam hari itu sendiri adalah waktu yang sepi. (Pelaku Vandalisme. Sabtu, 8-November-2014)
Sebenarnya vandalisme itu sendiri, sudah ada sejak jaman penjajahan. Namun, vandalisme yang dilakukan adalah bertujuan untuk meningkatkan semangat para kaum pribumi agar dapat mencapai kemerdekaan. Dalam perkembangannya, vandalisme mengalami perubahan. Dari yang digunakan untuk pembangkit semangat, menjadi penunjuk kekuasaan tempat bagi perseorangan atau kelompok.
Di kota Klaten ini sendiri terdapat banyak sekali contoh vandalisme, diberbagai media sosial banyak sekali yang merundingkan hal tersebut. Beberapa komunitas graffiti dan para anak jalanan pun gencar dituduh oleh berbagai pihak.
Tempat-tempat yang sering terjadi hal vandalisme adalah bangunan-bangunan kosong, pinggiran toko, stasiun kereta, kereta, dll. Hal ini menunjukkan bahwa tempat-tempat yang sepi dapat menjadi korban vandalisme. Dan bagaimanakah keadaan dan adanya aparat hukum ? Status fungsionalnya dimana ?
Sore harinya, pewarta mendatangi kantor polisi untuk melakukan wawancara tenyang adanya vandalisme. Sebelumnya dilakukanlah perjanjian terlebih dahulu.
Wartawan : "Menurut bapak, apakah yang dimaksud dengan vandalisme ?"
Narasumber : "Vandalisme adalah kegiatan yang mungkin dilakukan karena kurang kerjaan yang dituangkan dalam bentuk coret-coretan dimana saja."
Wartawan : "Menurut anda, vandalisme itu adalah perbuatan hal yang positif / negatif ? Dan apakah alasannya ?"
Narasumber : "Vandalisme itu lebih cenderung ke sifat negatif, karena coret-coretan yang dibuat tidak sesuai tempat dan kadang coretan itu tidak baik untuk dipandang."
Wartawan : "Siapakah pelaku vandalisme itu ? Bagaimanakah tindakan anda terhadap pelaku vandalisme di Kota Klaten ?"
Narasumber : "Untuk penanganan mungkin lebih ke pelaku sendiri yang kadang kebanyakan notaben adalah anak jalanan yang perlu diamankan dan direhabilitasikan."
Malam harinya (Sabtu, 8-11-2014) , ketika berada di stasiun kota. Ditemukan beberapa seniman vandal sedang melakukan vandalisme. Dan dilakukanlah wawancara kepada seniman vandal tersebut.
Wartawan : “Bagaimanakah pendapat anda tentang adanya vandalisme di kota Klaten ?”
Narasumber 1 : “Vandalisme itu adalah tentang membuat nama kelompok atau perorangan
menjadi terkenal.”
Narasumber 2 : “Menurut saya, vandalisme itu adalah sebuah aksi perusakan.”
Wartawan : “Menurut anda vandalisme itu adalah kegiatan yang positif atau negatif ?”
Narasumber 1 : “Vandalisme itu memiliki sifat positif dan negatif. Positifnya adalah bisa
mengembangkan kreativitas anak muda jaman sekarang. Negatifnya adalah dapat dikejar massa dan aparat hukum karena vandalisme itu adalah perbuatan illegal.”
Narasumber 2 : “Vandalisme merupakan hal yang positif karena dapat memberikan kepuasan
hati bagi para seniman dan tidak semua vandalisme itu berbau negatif.”
Wartawan : “Apakah motivasi kalian untuk melakukan vandalisme itu ?”
Narasumber 1 : “Kami melakukannya untuk mencari kepuasan hati.”
Narasumber 2 : “Kami melakukannya hanya sekedar hobby saja dan sebenarnya tidak ada
maksut dan tujuan.”
Dapat disimpulkan bahwa, vandalisme = egoisme diri. Namun, vandalisme itu adalah salah satu bentuk pencemaran lingkungan. Kenapa ? karena seperti yang dikemukakan diatas bahwa segala bentuk yang dapat mengganggu mata atau keindahan bahkan penghancuran lingkungan merupakan tindakan yang dapat merusak lingkungan.
Dalam tanggapan warga Klaten, saran yang dapat dilakukan untuk menghentikan vandalisme di Klaten dapat melalui berbagai hal. Pertama adalah penanaman kesadaran diri akan vandalisme itu. Kedua, Pemerintah telah menetapkan kebijakan cabut paku, kenapa tidak ditambah dengan membersihkan coretan-coretan vandalisme dengan mengecat ulang. Melalui kerjasama yang baik dalam berbagai pihak, pasti akan dapat terlaksana. Yang terakhir adalah bagaimana jika pemerintah memberikan wadah dan tempat khusus bagi para seniman vandalisme itu sendiri. Agar mereka tidak melakukan coret-coret ditempat yang tidak diperkenankan. (dd)
DWIKY DESTIAN
TANDUK YANG TANGGUH
Krik.. Krik.. Krik.. Suara hening di rumah milik keluarga Brian. Dimeja makan sekeluarga bahagia sedang menikmati makan siang bersama. Di seberang jalan terlintas kendaraan-kendaraan yang sedang berlalu-lalang tanpa ada pelanggaran aturan. "Indahnya kota ini." Gumam Bapak Brian ditengah sela-sela ruang makan.
"Iya pak, senang sekali rasanya bisa tinggal di negeri yang tenang ini." Jawab Ibu Brian dengan senang dan dibalas sebuah senyuman manis.
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara yang memekikkan telinga, suara dentuman keras. Suara senjata api yang melepaskan sebuah peluru. Peluru datang menembus badan seorang tentara Afrika. "Kapten, kapten, bertahanlah. Siapa yang telah melakukan ini ? Akan kubalas siapa itu." Teriak salah seorang prajurit tentara Afrika.
"Dia, ternyata dia. Itu dia, tentara UA. Bagaimana bisa dia melakukan hal ini ? Apakah maksut dia ? Ternyata dia ingin memulai peperangan." Tanggapan salah seorang prajurit.
Dan akhirnya, perang saudara tak terelakkan lagi. Satu peluru dibalas belasan roket. Dendam menjadi amarah, ego tak dapat dihentikan.
Duar.. Duar.. Duar.. Suara roket-roket berjatuhan, membuat ribut kota yang dulunya tenang dan makmur, sekarang berubah menjadi hancur berantakan, kota makmur berubah menjadi kota hantu.
Keluarga Brian terpisah ketika adanya perang, mereka melarikan diri dan melupakan Brian. "Bapak, dimana engkau ? Bapak." Teriak Brian diiringi tangisan di tengah kota Mogadishu, ibu kota Somalia.
Tank, senjata api, basoka, roket, bom, membantu para prajurit untuk saling beradu menghantam satu sama lain untuk merebutkan sebuah kekuasaan tanpa menghiraukan perikemanusiaan.
Sengsara, penderitaan, kelaparan, bahkan kematian sudah menjadi hal baru yang biasa terjadi di Somalia. Ini semua adalah akibat dari perang saudara yang mengakibatkan hilangnya peradaban manusia.
Hidup terasa hidup, mati enggan dicapai. Satu per satu mereka menemui ajalnya. Keadaan yang tidak bisa disebut dengan "MERDEKA". Warga yang tersisa mengungsi di tempat aman. Camp Tarbunka, menampung 6000 pengungsi, dan salah satunya adalah keluarga Brian. Akhirnya, Brian dapat kembali bersatu dengan keluarganya. Walau keadaan yang tidak layak huni, tempat yang seadanya, bahkan lebih buruk daripada sebuah gubuk sedang berdampingan membentuk sebuah barisan seperti tempat kemah.
Namun, ada setitik terang dibalik kegelapan hitam. Para sukarelawan datang berbondong-bondong memberikan bantuan secara cuma-cuma. Walaupun PBB sudah menghimbaukan untuk tidak mendatangi negara Somalia, dikarenakan sedang krisis perang tetapi mereka tetap mempertahankan niatnya untuk membantu saudara muslim di Somalia.
Tiba-tiba saja ketika panasnya terik siang matahari, meluncurlah roket di atas capetown. "Innalillahi." Teriak salah seorang sukarelawan.
"Ada apa pak ? Roket itu ya ? Ini sudah menjadi hal biasa di tempat ini." Jawab salah seorang penghuni Camp Tarbunka di Mogadishu.
"Tapi, apakah kalian tidak merasa takut ?" Tanya kembali seorang sukarelawan.
"Tidak pak, kematian dan peperangan sudah menjadi kebiasaan disini. Bahkan, dalam 7 hari itu kami hanya makan 2 kali. Itu saja jika ada bantuan kemanusiaan yang datang. Terima kasih atas semua bantuannya, semoga Allah membalas kebaikan anda." Jawab penghuni Camp Tarbunka.
"Sama-sama pak, ini sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk membantu saudaranya yang terkena musibah." Balasan senyum seorang sukarelawan. Dan diakhiri dengan tangisan para sukarelawan yang meratapi kejadian itu.
Peperangan yang berakibat fatal, merampas masa depan anak muslim Somalia. Semangat dan optimis masih terlekat dijiwa, tempat seadanya tidak menghentikan niat mereka untuk tetap menghafal Al-Qur'an ditengah kondisi perang dan kelaparan.
“MAN JADDA WA JADDA” teriak anak-anak didalam keheningan tempat tersebut, dan akhirnya diikuti oleh orang tua. Hal ini menjadi semangat dan motivasi utama untuk mengembalikan kedamaian di negeri mereka. Satu niat, satu tekad, dan berjuta semangat akan datang dan mencapai sebuah hal lama yang telah diimpikan.
DWIKY DESTIAN
MERDEKA
#SMANKAPUJANGGA
MERDEKA
Ketika senja datang menyambut dunia
Tetes darah dan peluh menjadi tanda
Tulang hancur, remukkan badan
Jiwa yang lemah datang dan merayap
Terbayar sudah jiwa yang lapuk
Kentara takkan gentar
Keadilan datang menjemput waktu
Kejayaan telah berkibar
Terdengar suara gemuruh sorak
Tetes bahagia bercucuran
Berkabung menjadi satu
Indahnya dunia baru
Merah dan Putih telah bersatu
Menyambut perdamaian baru
Merdeka untuk bersama
INDONESIA dengan satu makna
DWIKI DESTIAN
Langganan:
Postingan (Atom)
