Oleh: Heru Jast
Dalam Lara Aku Berkarya
Hidup itu bukan sekedar tentang memiliki banyak pilihan, tapi hidup itu tentang memilih dan menjalani. Menyiapkan diri dengan segala konskwensi atas apa yang kita pilih, entah itu hal baik atau sebaliknya sesuatu yang buruk.
Banyak orang yang terjebak pada pilihan yang salah dan akhirnya banyak orang yang tidak siap dengan pilihannya sendiri.
Kebanyakan orang hanya bersiap dengan kemungkinan terbaik dari apa yang mereka pilih tapi tidak siap dengan kemungkinan terburuknya, kemudian menyerah dan berpaling mencari pilihan yang lain.
jika kesulitan itu adalah tantangan dan bukan sebuah hambatan rasanya menyerah bukanlah sebuah pilihan. Kecuali bagi mereka-mereka yang memiliki mental kacangan. Mau enaknya tidak mau pahitnya. bukan kah rasa kopi itu akan sangat nikmat jika pahitnya kopi seimbang dengan manisnya gula, entahlah.
Banyak orang yang hanya sebatas mencintai tampilan tapi tidak sampai mencintai hingga kedalaman akan arti sebuah pilihan.
Banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari pilihan yang terbaik tapi tidak banyak yang berlomba-lomba untuk melakukan yang terbaik dari pilihannya.
Seandainya semua orang bisa mencitai pekerjaan lebih dari sekedar materi atau hasil dari sebuah pilihan rasanya tidak mustahil untuk memiliki bangsa yang bermartabat. Ketika tukang parkir bisa menjalani peran dengan baik rasanya tidak ada bedanya dengan profesi lainnya yang dipandang lebih. Bukankah setiap pekerjaan itu punya andil besar terhadap perkembangan jaman jika para pelakukanya bisa mencintai dan melakukan yang terbaik.
Saya rasa tidak ada bedanya tukang parkir dan pejabat pemerintahan, mungkin bedanya hanya masalah nama dan tampilan.
Pekerjaan adalah sebuah kehormatan dan uang adalah ujiannya. Kalau uang bisa membeli kita maka kita tak pantas untuk mendapat kehormatan itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar